|
Johanes Krisnomo
Top Reporter Bulan Januari
2014 Kategori Berita Foto
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 15-Jan-2014, 03:59:31 WIB
KabarIndonesia - Pada bulan Januari 2014, Redaksi KabarIndonesia telah
memilih Sdr. Johanes Krisnomo sebagai Top Reporter untuk
kategori berita foto.
Segenap Dewan Redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) mengucapkan selamat atas prestasinya dan terima kasih atas kontribusinya selama ini. Semoga terus berkarya bersama HOKI. Pemilihan dan penobatan sebagai Top Reporter bulanan diselenggarakan pada tanggal sebelas atau sesudahnya setiap bulan sesuai dengan tanggal pendirian KabarIndonesia. Siapakah Johanes Krisnomo ini? Berikut sekilas profil tentang dirinya sesuai dengan apa yang telah dituturkannya kepada Redaksi HOKI. Johanes Krisnomo, bersaudara lima orang, lahir di Semarang, 13 Desember 1957. Saat ini ia tinggal di Cimahi, Bandung. Lulusan dari pendidikan Sarjana Kimia (S-1) di Institut Teknologi Bandung ini bekerja sebagai praktisi di Industri Makanan dan Minuman, PT. Ultrajaya Milk Industry, Padalarang, Bandung, dan aktif sebagai penulis opini di Harian Umum Galamedia Bandung, Radar Bandung, dan lain-lain. Bidang opini yang ditekuninya meliputi masalah lingkungan hidup, teknologi pangan, kesehatan dan kimia pangan. Ia juga aktif sebagai penulis pewarta warga di Harian Online KabarIndonesia dan Kompasiana, serta mengelola blog pribadinya. Awal ketertarikannya masuk dunia penulisan, bermula dari kesukaan melihat dan membaca gratis, koran dan majalah yang dijual di jongko (kios tanpa atap) eceran di pinggir jalan. Sebagai anak tentara, waktu itu masih duduk di kelas 4 SD, di Semarang, membeli koran adalah sesuatu yang bernilai cukup mahal. Karena sudah mengenal si penjual koran dan adanya rasa kasihan, jadilah pelanggan gratis baca yang sering singgah tiap pulang sekolah, yang berjarak rentang waktu satu jam berjalan kaki. Sebagai akibatnya, ia mempunyai ide membuat komik dan cerita singkat yang disewakan ke teman-teman sekolah dengan biaya sukarela, meski dalam bentuk tulisan tangan dengan sedikit ilustrasi pinsil berwarna. Krisnomo, demikian panggilannya, si anak kecil yang ingin namanya tercantum jelas-jelas di koran, harus merelakan cita-citanya lelap tertidur panjang. Perjuangan selama sekolah, kuliah dan kesibukan bekerja telah melupakan dirinya untuk menjadi seorang penulis dan menyimpannya dalam-dalam di alam bawah sadarnya. Di lima tahun terakhir ini muncul sebuah kesadaran akan pentingnya berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman telah membuka tabir lama yang telah hampir rapat tertutup rapi. Sebuah surat kabar, Harian Umum Galamedia di Bandung membuka peluang baginya untuk menjadi seorang penulis, dengan sebuah pelatihan menulis artikel opini, yang merupakan cikal-bakal tumbuhnya minat serius dalam dunia kepenulisan. Selain itu peran serta HOKI (Harian Online KabarIndonesia) lebih mengokohkan keterampilan menulis dengan terbukanya kesempatan berkontribusi dalam pengiriman berbagai artikel, termasuk Berita Foto. Pengalaman menulis yang telah diperoleh, dibakukan pula dengan keikutsertaannya sebagai peserta dan lulus tuntas melalui Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH), http://www.pelatihanmenulis.com/, sekitar 2-3 tahun lalu di kelas fiksi dan non fiksi. Berbekal pengalaman selama 30 tahun sebagai praktisi di Industri Makanan dan Minuman, PT. Ultrajaya Milk Industry, Padalarang, Bandung, ia berkesempatan pula menimba pengalaman berkunjung untuk studi banding ke lebih dari puluhan industri sejenis di kawasan Minesota, Amerika Serikat, di tahun 2000, yang memunculkan semangat dan keyakinan untuk lebih memperkaya aneka tulisannya dalam bentuk artikel, khususnya bidang lingkungan hidup, teknologi pangan, kesehatan, dan kimia pangan. Bidang lain lahan garapannya adalah fotografi, yang dipelajarinya secara teori dan praktek dari para ahli dan juga berdasarkan pengalaman pribadi, telah mengantarkannya menjelajah beberapa kota dan tempat-tempat wisata, meliput objek dan aneka peristiwa, dan bertemu dengan banyak orang. Saat ini ia masih aktif dan tercatat sebagai anggota tetap PAF (Perhimpunan Amatir Foto) Bandung. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut ia mampu meningkatkan wawasan dan kualitas materi tulisan-tulisannya, terutama dapat menyeimbangkan kualitas kehidupan yang dijalani dengan lebih sehat, menyenangkan dan bermanfaat bagi diri dan sesama.(*)
Keterangan foto:
Penulis ketika sedang melakukan kegiatan sebagai Fotografer di Bandung.
|
Tampilkan postingan dengan label Blogger dan Pewarta Warga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogger dan Pewarta Warga. Tampilkan semua postingan
Minggu, 19 Januari 2014
Johanes Krisnomo Top Reporter Berita Foto HOKI
Kamis, 22 November 2012
Blogger, Bangga Bisa Berbagi
Blogger dan Pewarta Warga
LOMBA BLOGGING IDOL PEWARTA WARGA HOKI
2012
Blogger,
Bangga
Bisa Berbagi
Oleh :
Johanes Krisnomo
Bangunan bekas menara
pengawas dan sebuah kamar tahanan, tempat Soekarno Sang Proklamator pernah dipenjara,
masih berdiri kokoh di kawasan Banceuy-Bandung. Terkalahkan angkuhnya himpitan
bangunan-bangunan di area pertokoan, menggeliat dan mulai dipedulikan ketika
berita-fotonya tampil disebuah situs pewarta warga Harian Online Kabar
Indonesia.
Jati diri pewarta
warga adalah sikap peduli untuk berbagi tanpa pamrih yang disalurkan melalui
wadah pewarta : blog, facebook, surat kabar, radio, televisi dan lain lain.
Clyde H. Bentley guru besar madya Sekolah
Tinggi Jurnalistik Missouri AS menjelaskan bahwa seorang jurnalis warga menuliskan
pandangannya atas suatu peristiwa karena didorong oleh keinginan untuk membagi
apa yang dilihat dan diketahuinya. Sementara jurnalis profesional yang bekerja
di media massa, melakukan liputan karena penugasan (Imam FR Kusumaningati, penulis buku Jurnalisme
Warga, Jadi Jurnalis Itu Gampang).
Bukti berbicara, era jurnalisme warga semakin
agresif dan membahana. Canda kata dan berita singkat dalam komunikasi timbal-balik
di Facebook dapat digolongkan sebagai kegiatan jurnalisme warga. Diperkuat lagi
dengan kemudahan untuk membuat blog dan kelengkapan aneka asesori yang
memberikan tampilan blog lebih menarik dan menjanjikan.
Bagi blogger, mengelola sebuah blog
merupakan suatu kegiatan yang menyehatkan dan menyenangkan. Apa yang kita
pikirkan bisa ditulis, dan apa yang kita tulis bisa dibaca dan dikomentari. Dengan
kata lain, sepanjang kita siap berbagi, siap pula mendapatkan umpan balik. Sikap
keterbukaan, akan memberi peluang terciptanya nilai-nilai persahabatan dan saling
membangun kepercayaan.
Dilandasi keinginan untuk berbagi, banyak blog tampil dengan tema tertentu, sesuai
minat atau target pembacanya. Beberapa blog selain bersifat umum, diketahui
pula memposisikan diri sebagai blog kesehatan, pangan, kuliner, lingkungan hidup
dan masih banyak lainnya.
Hal terpenting yang harus dilakukan seorang blogger adalah konsistensi dalam mengelola
atau membangun blog agar pembaca atau pelanggan merasa nyaman dan tertarik
untuk selalu berkunjung. Jangan buat pembaca kecewa dan merasa boros waktu
karena tak ada artikel menarik dan bermanfaat.
Buah dari konsistensi pembiasaan menulis adalah
ketrampilan dan tumbuhnya rasa percaya diri. Dalam hal tertentu bila tak sempat
tayangkan hasil karya sendiri, alternatif yang bisa dilakukan adalah menyadur
artikel dari pustaka lainnya dengan ketentuan harus mencantumkan nara sumbernya.
Pembelajaran yang bisa diperoleh dari saduran artikel adalah kemampuan memilah,
memilih dan mengedit artikel agar layak dan lebih menarik.
Blogger yang secara konsisten mengelola blog, dapat
dipastikan akan punya peningkatan daya nalar dan wawasan selain kemampuan
teknis dalam bidang penulisan. Kelanjutannya dapat merambah dan tampil eksis di
luar blog pribadi ataupun di media masa lain non pewarta warga. Perlu diketahui
pula bahwa banyak penulis artikel di media massa maupun penulis buku bermula
dari pengalaman mengelola sebuah blog.
Seiring dengan perjalanan waktu
berdasarkan pengalaman pribadi, meningkatnya kemampuan dan rasa percaya diri
dalam menulis dapat memposisikan diri ke jenjang yang lebih mantap dan menata
karier sebagai penulis handal.
Kembali ke blog, tulisan kita yang sudah pernah
dimuat di surat kabar maupun blog lain dapat digunakan sebagai sumber pustaka
untuk menambah kuantitas tulisan dan kualitas blog yang kita miliki.
Secara kebetulan, dalam sebuah kesempatan meliput
kegiatan di minggu pagi oleh komunitas fotografi di sekitar Alun-Alun Kota
Bandung, yang lokasinya berdekatan dengan bangunan bekas penjara Banceuy, berkesempatan
singgah sejenak dan mengambil beberapa foto dokumentasi.
Berdasarkan pengamatan fisik, masih terlihat adanya tanda-tanda
pemeliharaan dan renovasi bangunan
bekas penjara Banceuy tempat
Soekarno Sang Proklamator mendekam. Meski demikian, lingkungan sekitar masih tetap
kotor dan tak terawat.
Perubahan fisik yang terjadi bisa dimungkinkan oleh
Berita Foto yang pernah ditayangkan di Harian Online Kabar Indonesia beberapa
waktu lalu ataukah oleh pewarta warga yang lain bukan menjadi permasalahan.
Sebuah tindakan bijak, tulisan ini sekaligus dapat merupakan masukan bagi pihak pengelola dan masyarakat pada umumnya, untuk tetap dan selalu menjaga bangunan atau situs bernilai sejarah demi generasi mendatang yang lebih berkualitas.
Sebuah tindakan bijak, tulisan ini sekaligus dapat merupakan masukan bagi pihak pengelola dan masyarakat pada umumnya, untuk tetap dan selalu menjaga bangunan atau situs bernilai sejarah demi generasi mendatang yang lebih berkualitas.
Bandung, 22 Nov
2012
Data Diri : Penulis,
fotografer, pemerhati lingkungan hidup, teknologi pangan, kesehatan, kimia
pangan, alumnus Kimia ITB dan praktisi di industri pangan.
Tulisan ini
diikutsertakan Lomba Blogger dalam rangka menyambut hari ulang tahun Harian Online KabarIndonesia (HOKI) yang keenam pada tanggal 11
November 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
